Sabtu, 05 Mei 2012

Pengertian Public Relations


1 Pengertian Public Relations
            Dalam perkembangan teknologi komunikasi dan Globalisasi pada saat ini Public  Relations sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan/organisasi karena Public Relations merupakan ujung tombak perusahaan/organisasi dimana pekerjaannya  menyangkut kepentingan umum atau berhubungan dengan publik, dan segala tindakan yang dilakukan akan berdampak pada Citra perusahaan/organisasi.  
            Definisi Public Relations menurut Cutlip, Center dan Broom, dalam bukunya “Dasar-Dasar Public Relations”, adalah sebagai berikut:
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    
            Public Relations adalah fungsi manajemen yang menyatakan,         membentuk dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan   antara organisasi dengan berbagai macam publik, dimana hal          tersebut dapat             menentukan sukses atau gagalnya organisasi”.           (1999:34)

            Dari definisi tersebut dapat dilakukan suatu analisa bahwa pada dasarnya Public relations merupakan fungsi manajemen yang menggunakan penelitian dan upaya/kegiatan yang berencana dengan tujuan membentuk dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya,   Proses kegiatannya melalui empat tahap, yakni tahap-tahap penelitian (research), perencanaan (planning), penggiatan (action), dan evaluasi (evaluation). Sehingga melalui tahapan tersebut  kebijaksanaan dan tatacara dalam kegiatan  dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dalam kepentingan bersama antara organisasi dengan publiknya  sehingga program-program kegiatan Public Relations tersebut dapat di terima dan mendapat dukungan dari publik, penerimaan dan dukungan tersebut merupakan   hasil akhir utama dari kegiatan Public Relations. Hal ini memberikan pemahaman  bahwa Public Relations merupakan fungsi yang tidak mudah, karena seorang Public Relations di tuntut untuk membuat kebijaksanaan- kebijaksanaan yang sifatnya bagus ataupun tidak bagus di terima oleh publiknya.

            Definisi Public Relations menurut Dr. Rex Harlow dalam buku “Human Relations dan Public Relations”, adalah sebagai berikut :
            Public Relations adalah fungsi manajemen yang khas dan   mendukung     pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antara            organisasi dengan        publiknya mengenai komunikasi, pengertian,             penerimaan, dan             kerjasama, melibatkan manajemen dalam       permasalahan atau persoalan, membantu manajemen menjadi tahu     mengenai dan tanggap terhadap opini            publik, menetapkan dan          menekankan tanggung jawab menajemen      untuk melayani            kepentingan publik; mendukung menajemen dalam   mengikuti dan             memanfaatkan perubahan secara efektif ;membantu mengantipasi   kecenderungan; dan menggunakan penelitian serta teknik             komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama”. (1993:117)

            Dari definisi tersebut dapat dilakukan suatu analisa  bahwa peranan Public Relations dalam perusahaan/organisasi yaitu untuk membina dan memelihara komunikasi, pengertian,  penerimaan dan kerjasama antara organisasi dengan publiknya. Seorang Public Relations di tuntut untuk selalu tanggap terhadap opini publik sehingga dapat dilakukan sutu langkah/strategi untuk menyelesaikan segala permasalahan yang menimpa organisasi/perusahaan. Selain itu sebagai fungsi manajemen, Public Relations merupakan organisasi untuk mencapai hubungan yang efektif dengan berbagai khalayaknya melalui pengertian sikap, nilai dan opini khalayak.
            Di tinjau dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan. Public Relatios meliputi unsur-unsur berikut :
1.         Suatu fungsi manajemen yang menggunakan penelitian dan upaya yang berencana dengan mengikuti standar-standar etis.
2.         Suatu proses yang mencakup hubungan antar organisasi dengan publiknya.
3.         Analisis dan evaluasi melalui penelitian terhadap sikap dan opini dan kecenderungan societal dan mengkomunikasikan kepada manajemen.
4.         Konseling manajemen agar dapat dipastikan bahwa kebijaksanaan, tatacara dan kegiatan-kegiatan dapat di pertanggungjawabkan secara sosial dalam kepentingan bersama antar organisasi dengan publik.
5.         Pelaksanaan dan penindakan program kegiatan yang berencana, komunikasi dan evaluasi melalui penelitian.
6.         Pencapaian itikad baik, pengertian dan penerimaan sebagai hasil akhir utama dari kegiatan Public Relations.
Keenam unsur diatas menunjukkan korelasi atau hubungan fungsional Public Relations dengan manajemen dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran organisasi dimana Public Relations dan manjemen itu beroperasi. Keenam unsur itu kait-mengait secara holistik yang merupakan proses yang berkesinambungan (Continuing process).
Menurut Onong Uchjana Effendy yang dikutif dari Bertrand R. Canfield dalam bukunya “Human Relations dan Public Relations” mengemukakan tiga fungsi Public Relations yakni :
  1. Memelihara Komunikasi yang baik
  2. Menitik beratkan moral dan tingkah laku yang baik
3.   Mengabdi kepada kepentingan umum
Dengan demikian dari uraian tersebut Public Relations dalam pelaksanaannya Public Realations melakukan banyak komunikasi dan dalam rangka melayani publik, Public Relations melakukan banyak komunikasi, baik komunikasi langsung secara personal contact maupun komunikasi melalui media massa. Salah satu tugas Public Relations ialah sebagai sumber informasi (source of information) dan sebagai saluran informasi (channel of information). Untuk itu Public Relations mengadakan sebuah information desk untuk melayani publik, baik para karyawan maupun orang-orang luar. Untuk petugas pada information desk perlu di tempatkan orang yang selain wajah menarik dan sikapnya ramah-tamah, juga menguasai persoalan-persoalan yang bersangkutan dengan organisasi. Ia harus mengetahui sejarah dan perkembangan organisasi, nama-nama pimpinannya, hubungannya dengan badan-badan di luar, dan lain sebagainya. Jika ia tidak dapat memberikan informasi kepada publik yang datang memintanya, ia harus bisa menunjukkan orang yang bisa memenuhinya.
            Seperti yang dikutif Onong Uchjana Effendi dari  Kolonel William. P. Nuckols (Direktur kursus Public Relations pada United State Army Air Forces) dalam bukunya Human Relations dan Public Relations” telah memberikan sebuah ilustrasi kepada para tarunanya mengenai Public Relations :
Public Relations adalah cermin yang anda pegang di depan organisasi anda, sehingga anda, organisasi yang anda wakili dan public dapat melihat segala sesuatu yang terdapat pada cermin tersebut. Jika cermin itu kotor , retak dan banyak goresan, akan merefleksikan pantulan (image) yang rusak dari wajah  Organisasi anda yang sebenarnya. Akan tetapi apabila cermin itu bersih cemerlang, akan terlihat bagaimana organisasi anda itu sebenarnya, terang dan jelas. Misalkan pada wajah organisasi anda itu terdapat noda, apakah itu pribadinya, kebijaksanaannya ataupun kegiatan yang dilakukannya, maka itu semua dapat dengan mudah menyinggung perasaan publik. Cermin yang cacat tidak akan memperlihatkan noda-noda tadi. Dan anda, demikian pula organisasi anda dan publik tidak akan mengetahui kesalahan kesalahan yang ada. Sebaiknya cermin yang baik akan dapat menunjukkan perhatian yang cepat untuk segera menghilangkan noda-noda tadi. (1993 :136)

            Sehingga Public Relations dapat di ibaratkan cermin. Cermin ini harus di jaga dan di pelihara sebaik-baiknya untuk tetap selalu bersih. Ini mengandung arti bahwa Public Relations dan petugas-petugasnya harus memelihara cermin itu tetap bersih cemerlang. Dengan demikian Public Relations memberikan citra yang baik mengenai perusahaan/organisasi yang diwakilinya
Selain itu, Public Relations harus mengabdi kepada kepentingan umum adalah benar bahwa Public Relations diangkat dan di beri upah oleh manajer, akan tetapi tugas dan pekerjaannya ialah melayani publik, kepentingan umum. Public Relations    diadakan oleh manajer untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Tugasnya ke dalam membina hubungan yang harmonis antara manajer beserta stafnya dengan para karyawan, mengusahakan agar para karyawan bekerja dengan senang dan merasa puas, meneliti perasaan, kesulitan dan keinginan para karyawan. Tugasnya ke luar, membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publik ekstern, memperkenalkan produksi, meningkatkan jumlah langganan dan sebagainya.
Public Relations adalah perantara antara pimpinan organisasi dengan publik, baik publik intern maupun publik ekstern. Publik mengetahui rencana kebijaksanaan, dan usaha usaha pimpinan organisasi dari Public Relations. Dalam pada itu pimpinan organisasi menyempurnakan rencananya, melakukan kebijaksanaannya dan meningkatkan usaha-usahanya berdasarkan keadaan, perasaan, harapan, keinginan publik, Dengan demikian maka Public Relations pada dasarnya berfungsi menghubungkan publik-publik yang berkepentingan di dalam suatu perusahaan, Publik disini merupakan bagian dari publik internal maupun publik eksternal. Hubungan dengan publik intern merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan publik yang ada di dalam perusahaan/organisasi. 
Hubungan dengan publik intern diantaranya :
1.      Hubungan dengan karyawan (employee Relations)
      Merupakan suatu kekuatan yang hidup dan dinamis yang di bina dan di abadikan dalam hubungan dengan perorangan sehari-hari di belakang bangku kerja dan harus senantiasa mengadakan kontak pribadi (personal contact). Dengan senantiasa berkomunikasi dengan mereka yakni mendatangi mereka dan bercakap-cakap dengan mereka akan dapat di ketahui sikap, pendapat, kesulitan, keinginan, harapan dan perasaannya.
2.      Hubungan dengan pemegang saham (Stockholder relations).
Merupakan  salah satu faktor terpenting bagi suatu organisasi kekaryaan seperti perusahaan. Besar kecilnya modal menentukan besar kecilnya perusahaan dan berpengaruh pula kepada usaha-usaha untuk memperkembangkannya, komunikasi dengan mreka dapat dilakukan oleh Public relations Oficer sebagai petugas yang sudah terbiasa dalam bidang itu. Komunikasi dengan para pemegang saham dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : menyatakan selamat kepda pemegang saham yang baru, memberikan laporan, mengirimkan majalah organisasi, mengadakan pertemuan.
            Selain hubungan publik intern, ada juga  hubungan dengan Publik Ekstern (External Public Relations) yaitu suatu kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat yang berada di luar perusahaan/organisasi. Yang menjadi sasaran Public Realations adalah :
1.      Hubungan dengan pelanggan (Customer Relations)
             Merupakan kegiatan memelihara dan mengatur hubungan dengan pelanggan, sukses yang besar yang diperoleh suatu perusahaan ialah mendapatkan pelanggan, bukan penjualannya itu sendiri. Publik pelanggan yang jumlahnya banyak dan tempatnya tersebar luas itu, hanya dapat dicapai melalui media massa, dengan cara publisitas dan periklanan.
2.      Hubungan dengan para pemasok (Supplier Relation)
            Yaitu memelihara dan mengatur hubungan dengan para pemasok agar segala kebutuhan perusahaan dapat diterima dengan baik
3.      Hubungan dengan Pers (Press Relations)
            Yang dimakud pers disini adalah pers dalam arti luas yakni semua media massa baik media cetak maupun elektronik, media masa tersebut banyak sekali bantuannya kepada organisasi kekaryaan untuk mencapai publik yang tersebar luas.
4.      Hubungan dengan khalayak sekitar ( Community Relations)
            Yaitu mengatur dan memelihara hubungan yang bertempat tinggal di sekitar kompleks perusahaan/organisasi.


5.      Hubungan dengan pemerintah (Government Relations)
            Yaitu mengatur dan memelihara hubungan baik dengan pemerintah pusat daerah, dengan jawatan-jawatan resmi yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan perusahaan.
            Dengan demikian maka Public Relations pada dasarnya berfungsi menghubungkan publik-publik yang berkepentingan di dalam suatu perusahaan, Publik disini merupakan bagian dari publik internal maupun publik eksternal.         Hubungan baik dengan publik internal dan eksternal  merupakan suatu strategi Public Relations dalam mencapai tujuannya, salah satunya adalah meningkatkan citra perusahaan.
            Seperti yang dikutif oleh Yosal Iriantara dari Dr. Carter McNamara dalam bukunya “Manajemen Strategis Public Relations” membuat definisi yang lebih menunjuk pada tujuan aktivitas Public Relations adalah sebagai berikut :
            Public Relations  merupakan aktivitas berkelanjutan untuk menjamin         perusahaan memiliki citra yang kuat di mata    publik.”(2004: 44)
            Dari definisi tersebut dapat dilakukan suatu analisa  bahwa peranan Public Relations merupakan fungsi manajemen dan dalam struktur organisasi Public Relations merupakan salah satu bagian atau divisi dari organisasi, karena itu tujuan Public Relations sebagai bagian struktural organisasi tentu saja tidak bisa lepas dari tujuan organisasinya sendiri, tujuan Public Relations  jelas dan mutlak memberi sumbangan pada objektif organisasi secara keseluruhan. Tujuannya yaitu
Mengupayakan dan memelihara saling pengertian antara organisasi dan publiknya sehingga akan berdampak pada perolehan citra, apakah perolehan citra itu positif atau negatif tergantung dari bagaimana usaha seorang Public Relation mengupayakannya.
            Menurut Yosal Iriantara yang dikutif dari Lesly dalam bukunya “Manajemen Strategis Public Relations”  mengenai tujuan Public Relations adalah :
Tujuan kegiatan Public Relations adalah :
1. Prestise atau “citra yang Favourable” dan segenap faedahnya
2. Promosi produk atau jasa
3. Mendeteksi dan menghadapi isu dan peluang
4. Menetapkan postur organisasi ketika berhadapan dengan publiknya
5. Good Will para karyawan atau anggota organisasi
6. Mencegah dan memberi solusi masalah perburuhan
7. Mengayomi good will komunitas tempat organisasi jadi bagiannya
8. Good Will para Stakeholder dan konstituen
9. Mengatasi kesalahpahaman dan prasangka
10.Mencegah serangan
11. Good Will para pemasok
12. Good Will pemerintah
13. Good Will bagian lain dari industri
14. Good Will para dealer dan menarik dealer lain
15. Kemampuan untuk mendapatkan personel terbaik
16. Pendidikan publik untuk satu titik pandang
17. Pendidikan publik untuk menggunakan produk atau jasa
18. Good Will para customer atau para pendukung
19. Investigasi sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan
20. Merumuskan dan membuat pedoman kebijakan
21. Menaungi viabilitas masyarakat tempat organisasi berfungsi
22. Mengarahkan perubahan
(2004 : 57)

            Hal yang telah di sebutkan di atas tersebut merupakan tujuan kegiatan Public Relations yang pada gilirannya akan memberi manfaat terhadap organisasi. Prestise atau Citra yang baik misalnya, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi organisasi, bahkan citra dan reputasi ini sering di sebut sebagai aset terbesar perusahan. Karena itu,  citra dan reputasi mendapat perhatian yang sangat besar di setiap perusahaan.

Customer Service dI RS. PKU Muhammadiyah

Aktifitas Customer Service dI RS. PKU Muhammadiyah Surakarta


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi saat ini yang dibarengi dengan kemajuan teknologi dan peningkatan pengetahuan, segala fenomena sosial yang terjadi di masyarakat mendapat perhatian lebih serius dari masyarakat. Kekritisan masyarakat terjadi di segala bidang, baik bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dan di berbagai bidang lainnya. Disamping itu, bidang yang mendapat sorotan cukup tajam dari masyarakat adalah bidang kesehatan. Perhatian masyarakat di bidang kesehatan dapat terlihat pada banyaknya kasus – kasus pengaduan yang ditujukan kepada para dokter, rumah sakit dan pelayanan – pelayanan kesehatan lainnya.
Saat ini penyelenggara rumah sakit memerlukan modal yang cukup besar terutama makin banyak teknologi baru yang harus disediakan, tenaga yang cukup banyak sehingga memerlukan pengorganisasian yang lebih profesional. Di samping itu, semakin tingginya tingkat pendidikan masyarakat telah mengubah orientasi masyarakat mengenai rumah sakit. Banyaknya rumah sakit yang ada sekarang ini memberikan kesempatan masyarakat untuk memilih kemana dia akan berobat. Hampir setiap instansi atau perusahaan mempunyai divisi humas atau public relations, peranan public relations dalam perusahaan sangat penting dan vital. Peran public relations mempunyai peranan ganda, di satu pihak berupaya menjaga citra, baik terhadap lembaga atau organisasi yang diwakilinya. Disamping itu menjaga kondisi kerja diperusahaannya agar tidak tercipta masalah atau krisis dari internal. Pembentukan citra yang baik akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Dengan adanya citra yang baik diharapkan dapat menarik konsumen lebih banyak untuk memilih pelayanan yang disediakan oleh RS. PKU Muhammadiyah Surakarta. Maka dari itu peranan customer service sangatlah penting. Agar dapat menciptakan image yang baik kepada konsumen ketika pertama datang ke rumah sakit. Pengertian citra atau image adalah kesan, perasaan, gambaran diri public terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi. Karena citra merupakan salah satu aset terpenting dari suatu perusahaan.
Public relations mempunyai kaitan yang erat dengan bagian yang lain, diantaranya dengan marketing, periklanan, sales promotion, propaganda, dan customer service. Kaitan public relations dalam mendukung kegiatan pemasaran dan pelayanan konsumen ( customer service ) dalam suatu perusahaan, yaitu menunjang suatu panduan atau strategi pemasaran yang lebih dikenal dengan marketing mix ( price, product, promotion, place ) serta menunjang pendidikan pasar ( market education ). Yaitu dengan cara menjadikan public atau masyarakat mengetahui dan mengenali keberadaan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang pada akhirnya terjadi suatu bentuk umpan balik atau feed back dari publik atau masyarakatnya sesuai sasaran ( target audiens ).
Untuk memperoleh itu maka sangat diperlukan kerja sama yang baik dari pemasaran, customer service sebagai pemberi informasi. Bagian dari organisasi yang bertugas untuk berhubungan dengan pihak luar biasanya dipegang oleh bagian customer service, begitu juga di RS PKU Muhammadiyah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat dilakukan oleh customer service dan pemasaran. Keberadaan customer service di RS. PKU Muhammadiyah Surakarta sangat efektif dalam menangani setiap keluhan dari masyarakat, memberi informasi kepada masyarakat, bahkan dengan adanya customer service kepercayaan dari masyarakat semakin cukup untuk meningkatkan kepercayaan, lebih dari itu pelayanan merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan.
Seorang customer service juga harus mempunyai keperdulian yang tinggi, berwawasan luas, mempunyai kepekaan yang tinggi, kesabaran dan cekatan. Customer service juga berperan dalam penanganan krisis di perusahaan. Dan customer service merupakan ujung tombak dalam penanganan krisis dalam perusahaan. Lewat penyampaian informasi yang benar, dan pelayanan yang bagus maka krisis atau masalah dari eksternal dapat diatasi. Dengan pelayanan customer service yang baik tidak mustahil akan membantu meningkatan penjualan atau pemasaran jasa yang ditawarkan oleh perusahaan

public relations

BASIC OF PUBLIC RELATIONS (PR)


Public Relations (PR) bukan promosi dan bukan iklan
Saya akan mengatakan pada anda bahwa saya cantik dan menarik…Iklan Ada orang lain mengatakan kepada anda bahwa saya cantik dan menarik…Promosi Anda datang dan mengatakan kepada saya, bahwa anda pernah mendengar kalau saya cantik dan menarik…Public Relations.

APA ITU PUBLIC RELATIONS?
Konsep pengertian tentang Public Relations tidak dapat dikatakan dengan satu definisi saja. Beberapa definisi tentang PR sebagai berikut:

1. Rhenald Kasali, 1994, dalam Manajemen Public Relations mengutip definisi John E. Marston bahwa Public Relations adalah seni untuk membuat suatu perusahaan disukai dan dihormati oleh public karyawan, konsumen, dan para penyalur.
2. Frazier Moore, 1981, mengatakan ketergantungan perusahaan akan public dan bisnis, pemerintah, serta organisasi social lain membuat kebutuhan akan fungsi manajemen khusus, dan ini dikenal sebagai Public Relations.
3. Grunig dan Hunt, 1987, memberikan definisi Public Relations sebagai komunikasi manajemen antara organisasi dan publiknya.


Berpijak dari definisi yang ditawarkan di atas, maka disimpulkan beberapa persamaan pokok pikiran sebagai berikut:

1. Public Relations merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill.
2. Sasaran Public Relations adalah menciptakan opini public yang menguntungkan semua pihak.
3. Publik Relations merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan.
4. Public Relations adalah usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara suatu badan organisasi dengan masyarakat melalui proses komunikasi timbale balik (dua arah)
.
Pada intinya humas atau Public Relations senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni berupa perubahan yang positif.

Publik Relations (PR) adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik yang bersifat komersial maupun non komersial, di sector public (pemerintah) maupun privat (pihak swasta).

PROSES PUBLIC RELATIONS

Publik Relations mempunyai peranan penting dalam upaya mengefektifkan organisasi dengan membangun hubungan jangka panjang dengan lembaga-lembaga strategis.
Fungsi utama keberadaan PR adalah sebagai:
A. KOMUNIKATOR
Melakukan komunikasi internal maupun external yang menghasilkan feed back
B. MANAGEMENT
Kemajuan management di Revenuenya ( pendapatan )
C. CORPORATE IMAGE
Menjaga dan membuat positif image perusahaan secara general

Maka PUBLIC RELATIONS (PR) harus menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaannya.
Konsep-konsep proses Public Relations meliputi:
- Fact Finding
Mencari fakta/penelitian terhadap opini yang ada pada persepsi dalam kaitannya dengan suatu kebijakan.
Fakta yang ditemukan diolah, dengan memantau dan membaca pengertian, opini, sikap, dan perilaku stakeholder/public
- Planning/Action Plan
Pada tahap ini Public Relations sudah menemukan penyebab timbulnya permasalahan dan sudah siap dengan langkah pemecahan atau pencegahan dirumuskan dalam bentuk rencana dan program.
- Communicating/Action
Melaksanakan semua perencanaan yang telah disusun. Harus dikaitkan dengan goals dan obyektif yang spesifik. Tahap ini menjawab pertanyaan: ‘How do we do it and say it’.
-Evaluation
Pengukuran ini menjawab pertanyaan ‘How did we do’. Tujuannya untuk mengetahui kesalahan secara lebih dini sehingga dapat segera diperbaiki.

A. FUNGSI PUBLIC RELATIONS (PR)

Public Relations memiliki tugas utama untuk memberikan informasi keluar organisasi supaya system yang dimiliki organisasi dapat diterima lingkungannya.
Fungsi PR adalah:
1. Mengabdi kepada kepentingan umum.
2. Memelihara komunikasi yang baik.
3. Menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik.

Dalam rangka mendukung fungsinya tersebut, maka penjabaran tugas dari departemen Public Relations adalah sebagai berikut:
1. Programming
Meliputi analisa permasalahan dan kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk dapat berkembang menentukan tujuan dan publiknya, merencanakan kegiatan, termasuk perencanaan biaya.
2. Relationship
Secara aktif menjalin hubungan dengan pihak lain.
3. Writing and Editing
Menerbitkan company profile, Flyers, Brosure dan lain-lain.
4. Information
Pemilihan media dan saluran yang tepat untuk menyertakan informasi dan pemilihan pesan yang tepat untuk diinformasikan.
5. Special Event
MICE ( Meeting ,Incentive ,Conference ,Exhibition )
Anniversary perusahaan
6. Production
Membuat brosur , Buletin perusahaan
7. Speaking
Menjadi Juru Bicara atau sumber berita
8. Evaluation
Memperbaiki program yang lalu u ntuk perbaikan program selanjutnya .tahap ini adalah tolak ukur program yang sudah dilaksanakan

PERLENGKAPAN PUBLIC RELATION
Yang dimaksudkan dengan perlengkapan disini ialah seksi-seksi, apabila public relations merupakan sebuah bagian dari suatu organisasi / Departement Hotel
Fungsi PR akan terpenuhi, apabila suatu bagian PR dilengkapi dengan seksi-seksi sebagai berikut:

1. Seksi Redaksi
Penulisan pidato dan penerbitan majalah , poster, bulletin,kalender dsb
Seksi Protokol
Menyelenggarakan ceremonial ( kongres, konferensi,seminar , anniversary )
2. Seksi Pagelaran/Event
Kegiatan yang bersifat pertunjukan seperti Pameran , Festival , Pekan raya dll
3. Seksi Perpustakaan
Mengoleksi buku-buku ,Undang- Undang , Naskah , Risalah ,Intruksi
4. Seksi Dokumentasi
Menyimpan data yang bersifat dokumen Organisasai seperti catatan tertulis, foto foto ,film-film, Pita pita pidato dsb untuk bahan penelaah dalam rangka memperkembangkan kegiatan perusahaan.
5. Seksi Statistik
Bertugas mengukur sampai dimana kemajuan yang telah dicapai oleh perusahan.
6. Seksi Penelitian
Untuk mengetahui data dan fakta sikap public terhadap perusahaan


KARAKTERISTIK PUBLIC RELATION
Syarat-syarat yang sebaiknya dimiliki seorang PR yaitu:

 Kemampuan Berkomunikasi
Dalam berkomunikasi mampu untuk dapat mendengarkan yang sama baiknya dengan kemampuan untuk berbicara , menyampaikan informasi yang mudah dimengerti efektif dan efisien baik saat Guest Contack maupun saat di Telephone. PR dituntut serba tau dan memiliki akses informasi yang seluas luasnya.
 Kemampuan Mengorganisasi
Mampu mengatasi problem.kemampuan menyusun rencana kegiatan termasuk rincian anggarannya.Kegiatan PR di organisasi seperti: clien meeting, photographic session,pameran,sponsorship, penerbitan bulletin / majalah / News letter ,produksi Film dll.
 Kemampuan Bergaul
Ditentukan oleh beberapa hal seperti:
- Tidak perlu jadi penjilat
- Memiliki toleransi yang baik
- Tidak memandang perbedaan ( Ras , Politik ,Agama,Jabatan )
- Memiliki wawasan yang luas
- Pendengar yang baik
- Bersikap simpati dan empati

  • Kepribadian yang jujur
  • Kebenaran kebenaran informasi yang disampaikan menimbulkan rasa hormat terhadap profesinya.
  •  Imajinasi yang kuat
  • Daya kreatif cukup baik sehingga mampu membuat jurnal internal ,menulis naskah untuk video atau film .serta mampu mencari dan menemukan cara yang semula tak terbayangkan guna memecahkan berbagai masalah
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini menggambarkan cerita yang diperlukan untuk menjadi seorang praktisi PR. Jika jawaban anda: Ya, semua, mungkin anda tepat untuk profesi ini.

1. Apakah anda menyukai situasi penuh tantangan?
2. Dapatkah anda menerima kritik?
3. Apakah anda seorang yang mampu mengorganisasi?
4. Apakah anda dapat bekerja dengan baik bersama orang lain?
5. Apakah anda merasa mampu mampu berkomunikasi dengan baik?
6. Apakah anda memiliki imajinasi yang cukup baik?
7. Apakah anda peka terhadap perasaan orang lain?
8. Mampukah anda mengambil keputusan dengan segera, kemudian melaksanakannya?
9. Apakah anda memiliki pertimbangan yang baik?
10.Apakah anda memiliki kemampuan dalam kepemimpinan?
11.Apakah anda seorang penjual yang baik?
12Bersediakah anda bekerja dengan waktu yang tidak teratur?
13.Apakah anda senang melaksanakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan?
14.Apakah anda mampu bekerja dibawah tekanan ?

IMAGE
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh PR bertujuan untuk menciptakan “good image” di mata para publiknya. Image adalah persepsi seseorang terhadap sesuatu. Dalam kaitannya dengan dunia PR, image yang dimaksud adalah persepsi orang lain terhadap suatu perusahaan/lembaga.

A. JENIS IMAGE
Ada 4 jenis Image:
1. Mirror image
Adalah citra yang dianut oleh team management intern mengenai pandangan luar ( exsternal ) terhadap organisasinya atau dimana dia bekerja )disebut citra bayangan
2. Current Image
Adalah suatu citra atau pandangan yang melekat pada pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi disebut citra yang yang berlaku
3. Wish image
Adalah suatu citra yang diharapkan oleh pihak manajemen. Biasanya citra yang diharapkan lebih baik atau lebih menyenangkan daripada citra yang ada. Citra harapan sesuatu yang berkonotasi lebih baik.
4. Multiple image
Adalah suatu citra majemuk .muncul karena perilaku staff yang berbeda beda sehinggga sadar atau tidak mereka memunculkan citra yang belum tentu sama dengan citra perusahaan secara keseluruan.Solusinya adalah kedisiplinan management dalam hal Grooming, Performance, Training untuk staff sesuai kebutuhan.
5. Corparate Image
Adalah citra perusahaan secara keseluruhan. Jadi bukan citra atas produk dan pelayanan. Citra ini terbentuk oleh banyak hal. Contohnya, riwayat hidup perusahaan. Suatu citra perusahaan yang positif jelas menunjang usaha humas keuangan. Suatu perusahaan yang memiliki citra perusahaan yang positif pasti lebih mudah menjual sahamnya

B. PEMBENTUKAN IMAGE
Beberapa hal yang yang mempengarui proses pembentukan image
1. Identitas perusahaan
Bagaimana karakter dan aktifitas perusahaan.Identitas akan ditangkap public apabila perusahaan secara konsisten menampilkanya atau tidak berubah ubahdalam menghadapi suatu hal,masalah dan aktifitas.
2. Pesan
Image yang terbentuk dimata public sangat tergantung pada formulasi pesan yang pulic terima.bentuk pesan menjadi 2 golongan
a. Pesan tertulis
Flyer,press release,company profile ,Advertising dll
b. Tampilan Visual
Uniform,logo,printing,equipment dll
3. Target Audience
Yang perlu diperhatikan adalah segmen dari setiap klasifikasi public yang berinteraksi dengan perusahaan.kita perlu mengenali dari kalangan tingkat sosial ekonomi manakah konsumen yang datang dan kita harapkan.
3. Media Publisitas
Media yang tepat untuk menyampaikan formulasi pesan.beberapa beberapa media publisitas
a.Product
pesan yang terpenting yaitu nilai kegunaan dan keunggulan dari product yang ditawarkan
b.Public Relation
sarana efectif sebagaimana penerima surat dari orang orang dekatnya.
PR mempresentasikan

PUBLIC RELATIONS (PR) DI ORGANISASI PROFIT DAN NON PROFIT

Public relations adalah salah satu factor pelicin demokrasi. Dewasa ini proses pemerintahan dan industri semakin komplek. PR akan membantu memperjelas proses ini kepada masyarakat dan dapat mempengaruhi mereka dalam membuat keputusan.
{ INDIRA GHANDI }

Tujuan PR pada organisasi non profit adalah:
1. Memberikan informasi tentang tujuan-tujuan organisasi dan pelayanan yang tersedia.
2. Menanamkan kepercayaan, kebaikan, kejujuran dan pengabdian organisasi kepada public.
Tujuan PR organisasi profit adalah:
1. Untuk menciptakan hubungan dengan publiknya baik internal maupun eksternal, memelihara salaing pengertian dan kerjasama dengan public.
2. Untuk mempromosikan pelayanan perusahaan serta produk-produknya di dalam dunia yang penuh persaingan.


Pada prinsipnya pelaksanaan Public Relations dikedua jenis organisasi ini adalah sama, yaitu terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publiknya agar tercipta kondisi yang kondusif bagi keberlangsungan kedua jenis organisasi ini. Namun, dalam pelaksanaannya, PR di kedua jenis organisasi tersebut berbeda karena perbedaan orientasi tadi.

PUBLIC RELATIONS (PR) DI ORGANISASI NON PROFIT

Langkah-langkah yang dilakukan PR pada organisasi (khususnya di pemerintah daerah) ini diantaranya:
1. Melakukan hubungan dengan pers.
2. Melakukan hubungan dengan penduduk setempat.
3. Membuka pusat informasi, terutama yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut.
4. Siaran tertulis. Secara berkala mengeluarkan siaran tertulis berisi informasi tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan organisasi.,
5. Citra kewibawaan
6. Pameran. Pada event-event tertentu organisasi non profit perlu mengadakan pameran dengan lebih mendekatkan lembaga pada masyarakat.
7. Umpan balik pemuka masyarakat. Pemuka masyarakat mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk opini public

PR DI ORGANISASI PROFIT

Keterbukaan informasi misalnya kebesaran perusahaan, keunggulannya, integritasnya, kesejahteraan karyawan, perhatian sosialnya, dan lain sebagainya. Dengan keterbukaan ini public akan lebih mengenal perusahaan sehingga citra perusahaan dengan sendirinya akan dikenal public.
Ada banyak usaha yang dapat dilakukan seorang PRO di perusahaan/industri dalam rangka membina hubungan yang harmonis. Diantaranya:
a. Mengadakan hubungan dengan komunitas (masyarakat sekitar lokasi perusahaan), misalnya: pertemuan dengan masyarakat, open house,dll.
b. Hubungan dengan pers dan media
c. Hubungan dengan konsumen, misalnya mengadakan pameran, sponsorship, direct mail, dll.
d. Hubungan dengan opini leader
e.Memulihkan krisis

PERS RELATIONS
Pers relations adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Prinsip-prinsip Hubungan Pers yang Baik
1. Memahami dan melayani media.
Dengan berbekalkan semua pengetahuan di atas, maka seorang praktisi humas akan mampu menjalin kerja sama dengan pihak media. Ia juga akan dapat menciptakan suatu hubungan timbale balik yang saling menguntungkan.

2. Membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya.
Para praktisi humas harus senantiasa siap menyediakan atau memasok materi-materi yang akurat di mana saja dan kapan saja hal itu dibutuhkan. Suatu sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya oleh para jurnalis. Bertolak dari kenyataan itu, maka komunikasi timbal balik yang saling menguntungkan akan lebih mudah diciptakan dan dipelihara.

3. Menyediakan salinan yang baik. Misalnya saja menyediakan reproduksi foto-foto yang baik, menarik, dan jelas. Dengan adanya teknologi input langsung melalui computer (teknologi ini sangat memudahkan koreksi dan penyusunan ulang dari suatu terbitan, seperti siaran berita atau new realease), penyediaan salinan naskah dan foto-foto yang baik secara cepat menjadi semakin penting.
Bekerja sama dalam penyediaan materi

4. Membangun hubungan personal yang kokoh.
Suatu hubungan personal kokoh dan positif hanya akan tercipta serta terpelihara apabila dilandasi oleh keterbukaan, kejujuran, kerja sama dan sikap saling menghormati profesi masing-masing

Tiga jenis Acara Pers :
1 .Press Conference
Ini adalah pertemuan para jurnalis yang sengaja berkumpul dadakan.jada akomodasi, jamuan boleh dikatakan minim.Ditempat umum contohnya Rumah sakit , Bandara dll
2 .Press Reception
Para jurnalis diundang PR untuk meliput suatu acara,untuk mendengar keterangan resmi atau sekedar bercakap cakap untuk mendekatkan suatu hubungan. Acara lebih matang terorganisasi dari tempat yang representative,Audio visual dan jamuannya.
3. FacilityVisit
Adalah kunjungan pers ke perusahaan biasa acara Launching perusahaan maupun launching product.

Ketiga tiganya itu harus ada nilai berita (News value) yang baik dan diselenggarakan sungguh sungguh

Mengorganisasi acara Pers
a. Rencana penyelenggaraan dan program yang sudah digodog matang
b. Pilihan Tempat yang reprensentatif
c. Cantumkan jadwal acara pada kartu undangan
d. Mengirim kartu undangan yang tidak mepet waktu
e. Pastikan segala menu hidangan cukup dan memuaskan
f. Persiapan alat yang seksama seperti ,sound system,projector, panel panel,dokumentasi dll
g. Identifikasi tempat duduk tamu
h. Jangan campurkan jurnalis dengan tamu tamu undangan

CUSTOMER RELATIONS
Sukses yang diraih suatu perusahaan adalah mendapatkan pelanggan, bukan penjualan itu sendiri. Oleh karena itu agar customer tidak lari ke perusahaan lain maka perusahaan mesti menjalin hubungan yang erat dengan customer (Customer Relations). Hubungan yang harmonis dengan customer berarti jaminan bagi kesuksesan perusahaan.

A.CUSTOMER SERVICE
Siapa customer itu?
Customer adalah setiap orang (baik atas nama pribadi atau institusi) yang menyampaiakan keinginannya kepada kita.

Customer dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Internal
a. Pimpinan
b. Karyawan
c. Teman sejawat / sekerja
d. Teman Cabang
e. Bawahan

2. External
a. Pelanggan / Pembeli
b. Calon Pelanggan / Calon Customer
c. Tamu
d Masyarakat
e. Supplier
f . Instansi
g. Competitor

Apa customer service itu ?
Customer Service adalah rangkaian kegiatan yang direncanakan untuk meningkatkan penghargaan pada customer, sehingga customer bisa menikmati manfaat dari kegiatan dan pelayanan tersebut
.
B. CUSTOMER SATISFACTION

Apakah customer satisfaction itu ?
Customer satisfaction atau kepuasan konsumen adalah tingkat persaan konsumen setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan sesuai harapannya. Apabila hasil sesuai harapan maka konsumen akan puas dan menjadi pelanggan yang disebut Reguler Guest Ketika menjadi pelanggan maka tetap dituntut untuk mempertahankan kualitas pelayanannya.

Cara meningkatkan kepuasaan pelanggan/Customer:
a. Mengenali kebutuhan pelanggan atau dimensi mutu
b. Memantau tingkat kepuasaan pelanggan/ customer dari waktu ke waktu
c. Mempertahankan dan meningkatkan mutu jasa pelayanan Perusahaan/Organisasi “ Service Excellent “
d. Membuat perbandingan dengan Perusahaan / Organisasi lain

b. Cara mempertahankan pelanggan adalah dengan memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik daripada competitor, sehingga pelanggan merasa puas. kriteria penentu kualitas pelayanan adalah:

1. Speed
Kecepatan dan ketangkasan petugas dalam menanggapi customer
Pelayanan yang ramah terhadap customer,perhatian segera.
2. Empathy
Kesigapan dan kesungguhuan petugas dalam melayani dan menjawab kesulitan Customer yang datang atau sekedar mencari informasi .Kemampuan pihak Perusahaan/Organisasi dalam menjawab keluhan yang disampaikan Customer.Ikut merasa apa yang dirasakan customer

3. Profesional
Memberikan pelayanan yang sama baiknya terhadap semua Customer sesuai dengan hak dan kewajibannya , Tidak melakukan kegiatan diluar batas kemampuan karyawan ,membedakan urusan pribadi dan kerja.Mempunyai kemampuan /skill sesuai harapan perusahaan pada posisinya
5. Fasilitas
Kebersihan ruangan dan kenyamanan lingkungan bekerja
Kelengkapan peralatan yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan penunjang pekerjaan.

Apa yang diharapkan customer?
1. Kesopanan
2. Perhatian segera
3. Dapat dipercaya
4. Perhatian pribadi
5. Respon yang baik
6. Karyawan yang berpengetahuan
7. Empati
8. Nyata
9. Efisien

Mempertahankan hubungan dengan pelanggan

1. Merespon hasil penyelidikan, iklan dan perubahan situasi
2. Dengarkan pelanggan Anda
3. Siap membantu setiap saat
4. Beri kesempatan pelanggan untuk mengeluh
5. Merespon keluhan
6. Menganalisis keluhan
7. Menghormati pelanggan yang ada
8. Perlakukan pelanggan sebagaimana duta
9. Jangan berasumsi keramahan saja cukup
10. Mendorong pelanggan tetap setia
11. Buat pelanggan Anda merasa diperhatikan
12. Jangan terlalu yakin dengan hubungan relasi anda
13. Jika anda kehilangan seseorang pelanggan, selidiki kenapa terjadi.

costumer rs

fasilitas rumah sakit telogorejo

layanan pelanggan

TPPRJ (Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan).
TPPRJPasien yang akan menjalani pemeriksaan di rawat jalan atau pemeriksaan penunjang, pendaftaran dilayani di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan. TPPRJ berada di Graha Rawat Jalan lantai 1, 2 dan 3.




TPPRI (Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap).
TPPRIPasien yang akan menjalani rawat inap, pendaftaran dilayani di Tempat Pendaftaran Pasien rawat Inap. TPPRI ini berada di Graha Rawat Jalan Lt.1




CPM (Counter Perusahaan Mitra)
Tempat pendaftaran pasien rawat jalan khusus bagi pasien dari perusahaan mitra / asuransi yang telah bermitra dengan RS. Telogorejo. CPM berada di Graha Rawat Jalan Lt.1
Informasi :
Bagi anda yang memerlukan informasi jadwal praktek dokter, pasien yang sedang dirawat inap, pemesanan Taxi, Car Call serta letak seputar pelayanan dan fasilitas Rumah Sakit, hubungi petugas Informasi kami yang berada di pintu masuk utama lt. 1.
Customer Center :
Customer CentreCustomer Center juga dilengkapi dengan Business Center yang melayani internet, typing, printing, faximile, scanning, pemesanan tiket pesawat dan kereta api, Pemesanan hotel hotel dan penginapan di Kota Semarang serta tersedia aneka minuman. Customer Center akan dilayani dari pukul 07.00 -21.00 WIB.



Public Relation dan Customer Service :
Bagi Anda yang akan memberi masukan dan saran-saran yang berhubungan dengan pelayanan RS Telogorejo, mohon hubungi Public Relation dan Customer Service kami yang berada di lantai 1 RS. Telogorejo.
Anda juga dapat menghubungi Hotline Service 24 jam di no. 081 6666 340 untuk informasi pelayanan maupun saran-saran pelayanan kami.
Marketing :
Bagi perusahaan mitra dan asuransi yang ingin menjalin kerjasama dengan RS Telogorejo, silakan hubungi bagian Marketing kami yang berada di lt 1 RS. Telogorejo.

penanggulangan penyakit tifus

TIFUS PERUT ( TYPHUS ABDOMINALIS FEVER )


2.1 PENGERTIAN
Tifus perut merupakan infeksi pada usus yang mengenai seluruh tubuh. Penyakit ini disebarkan dari kotoran ke mulut dalam makanan dan air yang tercemar, dan sering muncul dalam bentuk wabah atau epidemi (banyak penduduk jatuh sakit secara bersamaan).

2.2 GEJALA-GEJALA

a.Minggu Pertama
Mulainya mirip dengan demam atau influensa
Sakit kepala dan sakit leher
Panas naik sedikit demi sedikit setiap hari sampai 40 derajat atau lebih
Seringkali nadinya lambat dibandingkan dengan tingginya panas. Rabalah
nadinya dan ukur suhu tubuh setiap setengah jam. Jika denyut nadi semakin lambat sementara panas meninggi, orang tersebut menderita Tifus Perut.
Kadang-kadang terdapat muntah, mencret atau sembelit

b.Minggu Kedua
Panas tinggi nadi relative lambat (Lambat jika dibandingkan dengan kenaikan suhunya)
Mungkin terdapat beberapabercaak ( bintik) merah muda pada badan
Badan menggigil atau (gemetar).
Mengigau atau delirium (penderita tidak dapat berpikir dengan jelas atau tidak dapat menggunakan pikirannya).
Lemah ,berat badan turun , tubuh kekurangan cairan (dehidrasi).

c.Minggu Ketiga
Jika tidak terjadi komplikasi, maka panas dan gejala-gejala lainnya akan hilang perlahan-lahan.
2.3PENGOBATAN

Dapatkan segera pertolongan dokter atau petugas kesehatan yang terdekat.
Berikan hloromphenicol , orang dewasa: ada kapsul @ 250 mg 4 kali sehari. Jika tidak ada chloramphenicol, gunakan amphycilin.. Jika ada amphicylin, gunakan tetrachline.
Berikan cairan yang banyak, sup, sari buah dan minuman untuk mengembalikan cairan dalam tubuh ( minuman rehidrasi ) untuk menghindarkan dehidrasi
Berikan makanan yang bergisi, kalau perlu dalam bentuk cairan.
Penderita harus tinggal di tempat tidur samapi panasnya hilang sama sekali.
Jika penderita batuk darah atau timbul tanda- tanda.peradangan pada selaput perut ( peritanitis ), atau radang paru-paru ( pneumonia ), harus segera dibawa ke rumah sakit


2.4PENCEGAHAN

Uuntuk mencegah Tifus Perut, kita harus menghindarkan pengontrol / pencemaran air dan makanan oleh kotoran manusia. Ikutilah petunjuk tentang kebersihan perorangan dan lingkungan. Buat dan gunakan jamban keluarga. Pastiakn jamban keluarga terletak jauh dari tempat penduduk mengambil air minum.
Kasus- kasus Tifus Perut sering setelah banjir atau bencana alam lainnya. Dan pada masa-masa inilah, kita harus memberikan perhatian khusus kepada kebersihan. Kebersihgan air minum harus terjamin . Jika di Desa anda, terdapat penderita Tifus Perut, semua air minum harus dimasak dahulu. Carilah penyebab pencemaran / pengotoran air atau makanan.
Untuk mencegah penyebaran Tifus Perut, penderita harus tinggal di dalam kamar yang terpisah sendiri. Tak seorang pun dapat menggunakan piring dan gelas yang telahn dipakai oleh penderita. Kotoran harus dibakar atau dikubur dalam lubang yang dalam . Orang yang merawat harus membasuh tangan segera setelah sesudahnya.
Setelah sembuh dariu penyakit Tifus Perut, Sebagian orang masih membawa penyakit tersebut dan dapat menularkannya kepada orang lain. Oleh kerena itu, setiap orang yang perna menderita penyakit Tifus Perutharus memberikan perhatian tambahan terhadap kebersihan perorangan dan tidak boleh bekerja di rumah makan atau di tempat-tempat pengolahan makanan. Dapat digunakan amphyciline untuk mengobati pembawa kuman Tifus Perut ( carrer = orang yang masih membawa kuman Tifus. Dia sendiri tidak tampak sdakit tetapi berbahaya, karena dapat menularkan kepada orang sehat ).


BAB III

KESIMPULAN



3.1 KESIMPULAN

Tifus Perut ( Typus Abdominalis Typhoid Fever ), yaitu sutu penyakit infeksi pada usus yang mengenai seluruh tubuh. Penyakit ini disebarkan dari kototran ke mulut dalam makanan dan air yang tercemar. Penyakit ini kadang – kadang dinamakan penyakit demand an sangat membahayakan. Gejela pertama yang timbul biasa ditandai dengan panas atau demam dan seterussnya badan akan lemah, berat badan turun juga badan akan kekurangan cairan dikarenakan seringnya muntah- muntah dan buang air besar.

IQ dan EQ

Inteligensi dan IQ 

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :
Faktor bawaan atau keturunan
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 - 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 - 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.
Faktor lingkungan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
Inteligensi dan IQ
Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.
Pengukuran Inteligensi
Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.
Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.
Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.
Inteligensi dan Bakat
Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.
Inteligensi dan Kreativitas
Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.
Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.

Kecerdasan Emosional

Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.
Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.
Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.
Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:
  • empati (memahami orang lain secara mendalam)
  • mengungkapkan dan memahami perasaan
  • mengendalikan amarah
  • kemandirian
  • kemampuan menyesuaikan diri
  • disukai
  • kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan
  • kesetiakawanan
  • keramahan
  • sikap hormat
Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :
  • membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis
  • bekerja dalam kelompok secara harmonis
  • berbicara dan mendengarkan secara efektif
  • mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)
  • mengatasi masalah dengan teman yang nakal
  • berempati pada sesama
  • memecahkan masalah
  • mengatasi konflik
  • membangkitkan rasa humor
  • memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit
  • menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri
  • menjalin keakraban
Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.